Tahlilan dan Pancasilais - Antara Ikhtilaf Dan Ittifaq

29 Maret 2016

Tahlilan dan Pancasilais - Antara Ikhtilaf Dan Ittifaq

Tradisi tahlilan bisa memanivestasikan nasionalisme dan Pancasilaisme... Namun, bukan lantas yang tidak tahlilan tidak bernuansa Pancasilais.. Semua punya jalan dan cara sendiri2 untuk menumbuh kembangkan nasionalisme yang semakin hari semakin diuji dengan isu2 kontemporer..

Ibarat kata, Yahudi dan Nasrani itu pasti Ibrahimisme, yaitu generasi keturunan yang bersifat dan bernasab pada Ibrahim.. Namun, tidak sebaliknya.. bahwa Ibrahim itu Yahudi atau Nasrani.. Karena Ibrahim lebih dahulu,
Saya tidak mengartikan bahwa Pancasila lebih dulu wujudnya ketimbang tahlilan, tapi dia lebih universal dan komprehensif menemukan segala penjuru dan kebhina ekaan dari pada masalah ikhtilaf seperti khilaafah atau tahlilan...

Tahlilan dan Pancasilais - Antara Ikhtilaf Dan Ittifaq

Suatu hari, Mbah Hasyim Asy'ari membuka pengajian ilmu tafsir (atau hadis) dan tidak disangka2,.. Guru mulia, Syaikh Kholil Bangkalan datang mengaji dan keduanya "harus" saling berebut tangan untuk mencium masing2 dan mentakan sendal.. Cerita ini akan tetap relevan dan nikmat untuk diulang2..

Ini bukan masalah siapa yang lebih bisa mewarnai atau mana yang lebih utama? tetapi ini adalah masalah siapa yang paling agar bisa menjadi contoh bagi santri2 dalam menanamkan rasa cinta dan memupuk kebersamaan..

Jadi, bukan mengedapankan hak dan fasilitas tuntutan tetapi lebih dari itu... mana yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab... Monggo disrupput kopine selak adem...

0 comments:

Posting Komentar test