Tadabbur Dengan Turunnya Hujan Angin Yang Kencang

30 Maret 2016

Tadabbur Dengan Turunnya Hujan Angin Yang Kencang

Hujan Angin
(اللهم اجعلها رياحا ولاتجعلها ريحا)

Al Qurthubi di dalam Jaamiul Ahkam nya mengatakan bahwa kata الريح yg berbentuk mufrod tunggal bermakna angin pembawa petaka.. Dan الرياح yang berbentuk jamak plural adalah bermakna rohmat..

Dalam satu riwayat al Baihaqi, Nabi saw. bersabda:لاتسبّوا الريح واسألوا الخير منها
Jangan kalian mencaci angin, namun mintalah kebaikan darinya..

Di antara doa yang waktunya dekat dengan pengabulan adalah saat turunnya hujan.. Apalagi ketika disertai angin dan badai.. sama ketika berdoa di saat safar.. begitulah yang dikatakan Imam asy Syafii di dalam al Umm misalnya..

Timbul pertanyaan, mengapa itu terjadi? Logikanya mudah.. Innallaaha yuhibbul mulihhiina fid du'a... Sesungguhnya Allah senang orang yang konsentrasi "memaksa" saat berdoa..


Adalah psikis seseorang bahwa amman yujiibul mudhtorro idzaa da'aan.. siapakah yg lebih meminta dikabulkan doa ketimbang si emergency way?? Si gawat darurat? Konsentrasinya penuh kepada Allah karena merasa selainNya tidak mampu.. Maka saat itulah Allah datang mengabulkan doanya..

Begitulah saat hujan tiba atau bepergian.. Orang baru benar benar merasa ketakutan terjadi musibah dan bencana.. Indahnya Allah swt., Beliau tetap mengasihani hamba yang kembali kepadaNya meskipun didorong takut musibah, bencana, puting beliung dan banjir besar..

Allahummaj'alhaa riyaahan walaa taj'alhaa riihan.. Allahumma hawaalainaa wa laa 'alainaa. Subhaanalladzii yuriikumul barqo khoufan wa thoma'a...

0 comments:

Posting Komentar test