Proses Penciptaan Alam Semesta - Muizdhoh Syaikhuna Maimun Zubair

29 Maret 2016

Proses Penciptaan Alam Semesta - Muizdhoh Syaikhuna Maimun Zubair

Proses Penciptaan Alam Semesta - Muizdhoh Syaikhuna Maimun Zubair
(Postingan yg lumayan panjang, moga mau baca, krn ini ilmu yg jarang org tau yg disarikan dari mauidzhoh hasanah Syaikhuna K.H Maemon zubair)

ALLOOH Membuat Hari berjumlah tujuh, orang jawa dahulu
menamai hari:
* Ahad dengan nama “dite”, yang mempunyai makna waktu.
Pada hari ahad Allooh memulai membuat bumi.
* Senin dengan nama “somo”, yang mempunyai nama bunga.
Pada hari senin Allooh sudah mengumpulkan empat bahan
untuk penciptaan bumi yaitu air, angin, api dan tanah.
Bunga itu ada dua macam yaitu bunga hiasan dan bunga
yang akan berkembang menjadi buah. Karena itu, hendaklah
berpuasa pada hari senin untuk memperingati lahir nabi dan
agar manusia yang diciptakan dan mengandung empat perkara
yaitu Raga dari ibu, Sukma dari ayah, Nyawa/ Ruh dari Allooh,
dan Pengetahuan yang telah ada sejak ia wujud (dalam
bahasa jawa disebut Purwaning waseso, dalam bahasa arab
disebut Ilmu wadl’i) bisa berbuah, tidak hanya menjadi bunga
hiasan dan rontok gagal menjadi manusia yang kembali ke
surga.
* Selasa dengan nama “Anggoro”, yang mempunyai gunungan.
Pada hari selasa Allooh menciptakan gunung (dalam bahasa
jawa halus: Giri).
Yang aneh, orang-orang yang mempunyai trah alim banyak
yang wafat pada hari selasa, Seperti Mbah Zubair, Nyai
Mahmudah Ibunda Mbah yai, Mbah Kholil Rembang. Karena
orang alim itu ibarat gunung yang menguatkan bumi.
* Rabu dengan nama “Budho”, yang mempunyai makna sudah
jadi.
Pada hari Rabu, Allooh telah selesai menciptakan bumi.
Berarti bumi sempurna dalam empat hari berturut-turut ( ﻓﻲ
ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﺳﻮﺍﺀ ﻟﻠﺴﺎﺋﻠﻴﻦ ), karena itu bumi berupa perkara yang
hampar ﺍﻟﺬﻱ ﺟﻌﻞ ﻟﻜﻢ ﺍﻷﺭﺽ ﻓﺮﺍﺷﺎ dan ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺟﻌﻞ ﻟﻜﻢ ﺍﻷﺭﺽ ﺑﺴﺎﻃﺎ .sesuatu
yang hampar (horisontal) harus dibuat langsung jadi, tidak
boleh separoh-separoh. Karena itu ada jembatan ambrol
disebabkan membuatnya tidak langsung jadi.
*Kamis dengan nama “respati” , yang mempunyai makna
kepala atau ketua yang pasti mempunyai jodoh.
Pada hari kamis, Allooh memulai membuat langit sebagai
jodoh bumi.
*Jum’at dengan nama “sukro” , yang mempunyai makna
habis.
Pada hari jum’at, Allooh telah selesai membuat langit. Langit
diciptakan berupa vertical, karena itu dalam penciptaannya
tidak harus terus-menerus atau lembur, seperti tembok.
Karena itu dalam al-qur’an menggunakan ﻓﻘﻀﺎﻫﻦ ﺳﺒﻊ ﺳﻤﻮﺍﺕ ﻓﻲ
ﻳﻮﻣﻴﻦ tidak ada tambahan kata ﺳﻮﺍﺀ , berbeda dengan penciptaan
bumi.
Kerja yang baik itu selama enam hari, satu hari libur. Setelah
bumi dan langit selesai, pada waktu ashar hari jum’at, Allooh
menciptakan Nabi adam. Apa hikmah diciptakannya adam
pada waktu ashar waktu menjelang terbenamnya matahari,
untuk mengingatkan bahwa manusia itu hidup didunia Cuma
sementara, karena hidup ibarat waktu diantara ashar dan
terbenamnya matahari.
*sabtu dengan nama “tumpek” , yang mempunyai libur atau
peresmian. Ditilik dari bahasa arab, kata sabtu mempunyai
makna memotong, karena itu, sekarang kalau ada peresmian
dengan memotong pita.
Diterjemahkan dari sebagian mauidloh Syaikhuna yang
berbahasa jawa.

Proses Penciptaan Alam Semesta - Muizdhoh Syaikhuna Maimun Zubair

Dalam satu tahun terdapat dua belas bulan, baik
menggunakan hitungan matahari maupun rembulan. Selain
tahun kabisat, tahun matahari berjumlah 365 hari. Hal itu
dapat diperinci sebagai berikut:
a. Bulan yang mempunyai jumlah 31 hari ada tujuh yaitu:
Januari, maret, mei, juli, agustus, oktober dan desember.
Berarti 31 X 7 = 217 hari.
b. Bulan yang mempunyai jumlah 30 hari ada empat yaitu:
April, juni, september, dan november. Berarti: 30 X 4 = 120
hari.
c. Bulan yang mempunyai jumlah hari 28 yaitu februari. Hal
ini untuk tahun selain kabisat.
Apabila tahun kabisat yaitu tahun yang habis dibagi empat,
maka bulan februari mempunyai jumlah hari 29.
Dan hal ini terjadi setiap empat tahun sekali. Contoh, 2016
dibagi empat menghasilkan angka lima puluh empat tanpa
sisa, maka jumlah hari pada bulan februari terdapat 29, yang
berarti jumlah hari pada tahun itu ditambah 1 hari yaitu 366
hari.
Jika dihitung: 217 + 120 + 28 = 365 hari.
Sedangkan tahun yang menggunakan peredaran rembulan,
jumlah hari dalam satu tahun terdapat 355 Hari.
Hal ini dapat diperinci sebagai berikut:
a. Bulan yang mempunyai jumlah 30 hari ada tujuh, Yaitu:
Muharrom, Shofar, Robi’ul Akhir, Jumadal Akhiroh, Romadlon,
Dzul Qo’dah, dan Dzul Hijjah (menggunakan kalender PP Al-
Anwar Sarang 1437 H). Berarti 30 X 7 = 210 hari.
b. Bulan yang mempunyai jumlah 29 hari ada lima, Yaitu:
Robi’ul Awwal, Jumadal Ula, Rojab, Sya’ban,dan Syawwal
(menggunakan kalender PP Al-Anwar Sarang 1437 H). Berarti
29 X 5 = 145 hari.
Jika dihitung: 210 + 145 = 355 Hari.
Melihat keterangan diatas, bisa diketahui bahwa selisih antara
tahun matahari dan rembulan adalah 10 hari (365 dikurangi
355) dan tahun rembulan akan selalu mendahului tahun
matahari.
Hal ini diisyarahkan oleh Al-Qur’an Surat Yasin Ayat 40:
ﻻ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻬﺎ ﺃﻥ ﺗﺪﺭﻙ ﺍﻟﻘﻤﺮ ﻭﻻ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﺳﺎﺑﻖ ﺍﻟﻨﻬﺎﺭ ﻭﻛﻞ ﻓﻲ ﻓﻠﻚ ﻳﺴﺒﺤﻮﻥ
“Dan tidak mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam
pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar
pada garis edarnya”. (Terjemah Kementerian Agama RI).
Jika dalam satu tahun terdapat selisih 10 hari, maka dalam
jangka masa 33 tahun ada selisih waktu 338 Hari, karena (10
Hari x 33 tahun = 330 hari) ditambah 8 hari tahun kabisat.
Tiga ratus tiga puluh delapan hari ini sama dengan sebelas
bulan delapan hari, Jika dibulatkan sama dengan satu tahun.
Inilah siklus titik temu antara tahun matahari dan rembulan.
Hal ini menunjukkan bahwa setiap 33 tahun matahari sama
dengan 34 tahun rembulan, dengan kata lain setiap 33 tahun
terdapat selisih satu tahun.
Hal ini diisyarahi dengan biji tasbih yang berjumlah 33 biji
yang sama dan satu biji dengan bentuk berbeda.
Dengan demikian, setiap seratus tahun (satu abad) matahari
sama dengan 103 tahun rembulan dan memiliki tiga siklus
titik temu matahati.
Hal ini diperingati oleh ummat islam dengan membaca tasbih
ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ 33 kali hamdalah ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ 33 kali dan takbir ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ 33
kali ditambah bacaan:
ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﻛﺒﻴﺮﺍ ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻛﺜﻴﺮﺍ ﻭﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻜﺮﺓ ﻭﺃﺻﻴﻼ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ
ﻟﻪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﻭﻟﻪ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻳﺤﻴﻲ ﻭﻳﻤﻴﺖ ﻭﻫﻮ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﻲﺀ ﻗﺪﻳﺮ ﻭﻻ ﺣﻮﻝ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﻠﻪ
ﺍﻟﻌﻠﻲ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ
satu kali, sehingga berjumlah seratus untuk memperingati
satu abad seratus tahun.
Dan jika seratus tahun matahari terdapat tiga siklus maka
dalam tiga ratus tahun terdapat 9 siklus. Yang berarti tiga
ratus tahun matahari sama dengan tiga ratus Sembilan tahun
rembulan.
Al-Qur’an Surat Al-Kahfi Ayat 25 memberi isyarah tentang Hal
ini.
ﻭﻟﺒﺜﻮﺍ ﻓﻲ ﻛﻬﻔﻬﻢ ﺛﻼﺙ ﻣﺎﺋﺔ ﺳﻨﻴﻦ ﻭﺍﺯﺩﺍﺩﻭﺍ ﺗﺴﻌﺎ
“Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan
ditambah Sembilan tahun.
Yaitu masa tinggal Ashhabul Kahfi dalam gua 300 tahun
mengikuti penanggalan matahari atau 309 tahun mengikuti
penanggalan rembulan.
Seperti dijelaskan oleh Al-Imam Jalal Al-Dien Muhammad bin
Ahmad Al-Mahalli dalam tafsir Jalalainnya sebagai berikut:
{ ﻭﻟﺒﺜﻮﺍ ﻓﻲ ﻛﻬﻔﻬﻢ ﺛﻼﺙ ﻣﺎﺋﺔ { ﺑﺎﻟﺘﻨﻮﻳﻦ }ﺳﻨﻴﻦ { ﻋﻄﻒ ﺑﻴﺎﻥ ﻟﺜﻼﺛﻤﺎﺋﺔ ﻭﻫﺬﻩ ﺍﻟﺴﻨﻮﻥ
ﺍﻟﺜﻼﺛﻤﺎﺋﺔ ﻋﻨﺪ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻜﻬﻒ ﺷﻤﺴﻴﺔ ﻭﺗﺰﻳﺪ ﺍﻟﻘﻤﺮﻳﺔ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻌﺮﺏ ﺗﺴﻊ ﺳﻨﻴﻦ ﻭﻗﺪ ﺫﻛﺮﺕ
ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ } ﻭﺍﺯﺩﺍﺩﻭﺍ ﺗﺴﻌﺎ { ﺃﻱ ﺗﺴﻊ ﺳﻨﻴﻦ ﻓﺎﻟﺜﻼﺛﻤﺎﺋﺔ ﺍﻟﺸﻤﺴﻴﺔ ﺛﻼﺛﻤﺎﺋﺔ ﻭﺗﺴﻊ ﻗﻤﺮﻳﺔ .
Syaikhina Maimoen Zubair setelah sholat Shubuh berjamaah di
Musholla Al-Anwar dan selesai membaca bacaan diatas,
membaca kalimat Tahlil ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ sebanyak tiga ratus kali
untuk memperingati akan hal ini.
Dan hal itu terjadi setelah mengetahui hari dalam satu minggu
yang berjumlah tujuh dan jam dalam sehari semalam yang
berjumlah dua puluh empat serta bulan dalam satu tahun
yang berjumlah dua belas.
Tujuh hari itu diisyarahi dengan jumlah kata dalam syahadat
uluhiyyah dan syahadat nubuwwah yang berjumlah tujuh,
yaitu
ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺤﻤﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
Dua Puluh Empat jam itu diisyarahi dengan jumlah huruf
dalam syahadat uluhiyyah dan syahadat nubuwwah yang
berjumlah dua puluh empat, yaitu:
ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺤﻤﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
Dua belas Tahun rembulan diisyarahi dengan dua belas huruf
yang terdapat pada kalimat tauhid, yaitu ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ
Dua belas Tahun matahari diisyarahi dengan dua belas huruf
yang terdapat pada kalimat nubuwwah, yaitu ﻣﺤﻤﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
Dan pada keterangan diatas disebutkan bahwa rembulan akan
mendahului matahari, dan hal ini pun diisyarahi dengan
mendahulukan kalimat tauhid, kemudian kalimat nubuwwah
ketika mengucapkan dua kalimat itu.
Semoga kita diberi anugrah dan pertolongan Oleh ALLOH agar
mampu melakukan ibadah dan ubudiyyah dalam selama hidup
dalam mengarungi satu hari satu malam yang berjumlah dua
empat jam, satu minggu tujuh hari, dan satu tahun dua belas
bulan.
Serta diakhir kehidupan kita di dunia dianugrahi iman dan
membawa dua kalimat yang berjumlah tujuh kata, Yaitu
ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺤﻤﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ.
Aamiin.

0 comments:

Posting Komentar test