Presiden Mau Minta Maaf Ke PKI (Pengaburan Sejarah Atau Semangat Kebersamaan?)

28 Maret 2016

Presiden Mau Minta Maaf Ke PKI (Pengaburan Sejarah Atau Semangat Kebersamaan?)

Presiden Mau Minta Maaf Ke PKI
(Pengaburan Sejarah Atau Semangat Kebersamaan?)

Dulu, Amiirul Mukmiinin Umar r.a. berijtihad agar mengangkat Abu Musa al-Asy'ari sebagai gubernur lalu direshuffle oleh Usman bin Affan dan digantikan dengan Bani Umayyah...

Terlepas perdebatan apakah ini nepotisme Usman yang buruk/baik, namun inilah bentuk ijtihad beliau yang bisa saja salah/benar..

Satu kaidah universal untuk para pemerintah berbunyi al-ijtihaadu laa yunqodhu bil ijtihaad... bahwa kebijaksanaan presiden lama itu tidak bisa diganggu gugat dengan kebijakan presiden baru...

Presiden Mau Minta Maaf Ke PKI (Pengaburan Sejarah Atau Semangat Kebersamaan?)

Ini bukan berarti hukum lama tidak bisa dirobohkan peraturan anyar,,, bukan begitu... semua ulama tahu bahwa Abu Bakar membuat peraturan baru tentang Baitul Maal yg tidak dilakukan Nabi saw., Umar membuat istilah Amirul Mukminiin bukan Khaliifatu khaliifati Rosulillaah saw., Usman mengumpulkan al Quran dan Imam Ali membuat ilmu nahwu...

Namun, maksud kaidah itu adalah bahwa hukum lama tidak boleh "disalahkan", tidak boleh "meminta maaf" atas "kesalahan ijtihad" masa lalu... Kenapa? Logikanya mudah, kita bukan orang masa lalu... Berapapun data yang anda miliki, kuatnya siapa pun sumber yang anda sandari, tetap tidak bisa lebih kuat dan lebih meyakinkan dari kenyataan yang "para pemimpin masa lalu" hadapi... apa pun itu...

Jadi, salluuuttt kalau kebijakan anyar "merangkul" PKI adalah bermaksud "menyadarkan mereka agar tidak membuat pemberontakan NKRI"... tetapi, maaf jika maksudnya adalah menyalahkan masa lalu dan "merobohkan" ijtihad para pendahulu...

Wallahu yahdiinaa ilaa aqwamis sabiil...

0 comments:

Posting Komentar test