Mengisi Hari Santri Dengan Kesemangatan Baru

29 Maret 2016

Mengisi Hari Santri Dengan Kesemangatan Baru

Mengisi Hari Santri Dengan Kesemangatan Baru

Menurut saya, penting sekali mengadakan satu waktu untuk mengevaluasi diri kita yang mengaku sebagai santri.. Sudahkah menghasilkan karya karya estafet dari santri dahulu? Menulis sebesar karya ath Thobari dengan Tafsir Bayaannya.. Atau membuahkan karya SDI (serikat dagang Islam) untuk mengimbangi ekonomi "para pendatang" yang menguasai nusantara?

Meskipun berpikir semacam ini tidak lantas harus di tanggal 22 Oktober saja.. Namun, begitulah manusia.. Dia akan merasakan sesuatu yang berbeda jika dilakukan bersama sama dan serentak.. Si sakit menjadi agak hilang mereda bebannya jika dia berkumpul teman temannya di rumah sakit.. karena ternyata dia tidak sakit sendirian.. Begitu pula dengan orang yang berpuasa..

Mengisi Hari Santri Dengan Kesemangatan Baru

Puasa akan nampak berat sekali meskipun hanya 6 hari saja di bulan Syawwal.. Namun dia akan nampak susut rasa beratnya jika dilakukan berjamaah menjadi kewajiban meskipun selama 30 hari bulan Romadhon.. Maka, memang perlu untuk merenung dan evaluasi bersama bagaimana dan akan kemana nasib seorang santri itu?

Namun, tidak semua niat baik berjalan dengan baik pula.. Menolong si buta akan dicurigai memanfaatkannya untuk mencari uang, membawa proposal masjid, pesantren dan tempat ibadah rawan sekali membedakannya dengan para oknum untuk kepentingan pribadi.. Sama persis, melakukan puasa itu belum tentu atas kesadaran sebagai hamba. Namun bisa saja diniatkan agar sama dengan yang lain, pamer untuk nama kasarnya..

Kembali kepada individual lagi di dalam hal ini. Al Baladut Thiyyibu yakhruju nabaatuhu wal ladzii khobutsa laa yakhruju illa nakidaa.. suatu negara (kepemerintahan dalam tubuh yang dirajai oleh sang hati) itu akan mengeluarkan (amal amal) yang baik asalkan hati itu baik.. dan negara yang buruk itu hanya kering keronta hasilnya,

Alloohumma thohhir qolbanaa minan nifaaqi,

0 comments:

Posting Komentar test