Menghargai Orang Yang Lebih Tua

26 Maret 2016

Menghargai Orang Yang Lebih Tua

قد يوجد في المفضول ما لا يوجد في الفاضل.

(Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior)

Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya:
mengapa Isa dan Maryam tidak tersentuh syetan dan tidak
menangis ketika lahir??? Yang difirmankan al Quran
أعيذها بك وذريتها من الشيطان الرجيم.
padahal Nabi saw sendiri bersabda:
إن لكل إنسان قرينين
manusia punya dua teman, dari syetan dan malaikat.. dan sungguh, teman syetanku sudah dikalahkan teman malaikatku...

Kaidah ini pula yang menjawab pertanyaan: mengapa Nabi Muhammad saw hanya mampu mengislamkan semenanjung Arabia saat beliau wafat, padahal konon al Mahdi dan nabi Isa nanti akan mengislamkan paruh dunia bahkan lebih...

Kaidah ini pula yang menjawab kenapa Imam Muslim sebagai murid lebih mudah sistematika penulisan hadis ketimbang al Bukhari yang super ketat dalam mengevaluasi dan seleksi hadis???

Dan kaidah ini pula yang membungkam kesombongan Ibnu Malik saat mengatakan فائقة ألفية ابن معطي
hingga harus mengakui .وهو بسبق حائز تفضيلا

Konon, saat Mbah Hasyim Asy'ary piawai dalam bidang ushul fikih dan tafsir, maka guru mulia beliau syekh kholil Bangkalan datang berguru pada muridnya ini... "Kau guruku dalam bidang Tafsir meskipun kau muridku dalam ilmu Nahwu", dhawuh Syekh Khalil merendah di hadapan ilmu. Mungkin kalian kagum dengan kealiman sang murid yang diakui gurunya, atau sang guru yang tawadhuk di hadapan ilmu...

Tapi, ada yang lebih mengagumkan lagi.. Yaitu keduanya berebut menata sendal masing masing untuk ihtiroom memuliakan satu sama lain, sebagaimana beliau beliau merebut cium tangan masing masing...
Ada sisi lain di samping ilmu, ada kenikmatan di atas ilmu dan ada lazat di atasnya...

يا رب وارض عن المشايخ.

‪#‎ngajeni_seng_luwih_tuwo
Menghargai Orang Yang Lebih Tua

0 comments:

Posting Komentar test