Memahami dan Menerapkan Ilmu Fiqih Disertai Dzauq (Perasaan)

28 Maret 2016

Memahami dan Menerapkan Ilmu Fiqih Disertai Dzauq (Perasaan)

Alhamdulillah, niatan pulang ke rumah buat ngerjain tugas negara di madrasah malah diajak sowan ke selo.
baru saja saya pulang sowan dari tempat romo yai Imron Hasani, Selo. Mau meminta beliau untuk mengisi mauidloh Haul alm. ayah saya besok setelah hari raya. Insyaallah beliau mengisi kajian pada hari Jum'at, H+8. Yang ada waktu dan kesempatanya monggo kita ngaji lagi sama romo yai.

Memahami dan Menerapkan Ilmu Fiqih Disertai Dzauq (Perasaan)

Ada beberapa kesimpulan yang saya terima sebagai nasehat beliau kepada saya dan adik saya hisyam tadi sehabis maghrib :
1. Kalau kalian belajar hanya secara secara tekstual, maka Fiqh itu akan terasa sulit dipraktikan. Oleh karenanya, memahami dan menerapkan fiqh dalam masyarakat itu harus disertai Dzauq (Perasaan). Karena terkadang dalam melihat satu permasalahan fiqh, ada berbagai cara pandang dari para ulama'.

2. Ayah kalian boleh saja mati, tapi tinggalan ayah harus selalu hidup. (jamaah ta'lim, madrasah diniyyah, masjid, dan masyarakat harus selalu diopeni semampu kalian). Itulah inti dari waladun sholih yad'uu li waalidaih.

3. Hadapi apa yang saat ini ada dihadapan kalian dengan jiwa yang penuh semangat. Seng wis milih ngaji, yo seng tenanan lehmu ngaji. Ojo mikir mbesok kuwe ameh dadi opo. Seng wis milih kerjo yo kerjo ho seng tenanan.

4. Ndang rabi
Pangestunipun mawon yi hehehe....

0 comments:

Posting Komentar test