Megengan (Antara Tradisi Islami atau Bid'ah)

28 Maret 2016

Megengan (Antara Tradisi Islami atau Bid'ah)

Megengan (Antara Tradisi Islami atau Bid'ah)

Dalam sebuah hadis riwayat Aisyah r.a. dengan sanad yg belum kuat kesahihannya disebutkan bahwa Nabi saw. pernah menghilang di suatu malam. Lalu Aisyah r.a. mencari cari dan ternyata Nabi saw. sedang berziarah di kubur Baqi' menangis sesenggukan. Beliau memintakan maaf dan ampunan untuk ahli kubur.
Andaikan hadis ini palsu pun, tidak bisa lantas dengan mudah menyebut tradisi megengan ruwah dengan kirim doa atau ziarah itu sebagai hal bid'ah.

Megengan (Antara Tradisi Islami atau Bid'ah)

karena banyak sekali syarat disebut bid'ah: (1) masalah agama, (2) menisbatkan itu adalah sunah, (3) tidak masuk dalam kaidah umum dalil agama, (4) adat istiadat yang diharamkan...

Namun, saya juga setuju untuk menekan tradisi berlebihan dengan menyebut itu bid'ah.. Jangan sampai sedekah kirim arwah menjadi ajang bisnis pengurus masjid, menyindir yg tdk ikut, membebani kaum fakir dg mengatakan ibadahnya tidak sempurna atau alasan apa pun yang berujung penyerahan uang dengan rasa malu..
Kebaikan dengan cara baik, bukan kebaikan dengan cara mungkar.. meskipun yang baik itu tetap saya katakan baik..

Dr. Muhammad Imaroh membuat batasan saddudzariah tentang penutupan celah dosa dengan professional menyebutkan di dalam kitab at tahrir al islami lil mar'ati... Pada intinya harus benar2 teliti melihat mungkar dan makruf dg baik...

0 comments:

Posting Komentar test