Mbah Mudzakir : Cara Dakwah Sesuai Kapasitas dan Kualitas Masing Masing

29 Maret 2016

Mbah Mudzakir : Cara Dakwah Sesuai Kapasitas dan Kualitas Masing Masing

قل سيروا في الأرض ثم انظروا كيف كان عاقبة المصلحين.
(Rehat Sejenak, Jadi Sarkub: Santri Kuburan)

Maqolah di atas adalah badi' sariqoh (istilah balaaghoh) dari al Quran namun mengalami perubahan di akhir, Jadi tidak berniat mengubah al Quran

berjalanlah di muka bumi lalu lihatlah bagaimana akibat kaum kaum salih yang tulus mengabdi kepada Allah swt.

Adalah makam Mbah Mudzakir Sayung Demak, konon di desa ini seluruh penghuninya terkena kikisan laut hingga membentang menjadi lautan seperti ini..

Mbah Mudzakir : Cara Dakwah Sesuai Kapasitas dan Kualitas Masing Masing

Namun Allah swt. memuliakan kekasihNya dg membiarkan beberapa tempat tanpa genangan air.. dan itulah makam mbah Mudzakir.. Yang amal salihnya adalah mengabdi di tengah tengah masyarakat awam dan beruzlah dari keramaian sosial...
Bukan menjadi figur public yg pandai beretorika akan pentingnya kemanusiaan.. Meskipun harus ada mereka yang begitu... Tidak pula menjadi corong penggembar gemboran Anti Arab bersama dengan atributnya... Meskipun memang ada yang begitu.. Tidak pula mengajarkan Islam dg kekerasan atau nahi mungkar dengan cara mungkar walaupun ada juga yang memilih jalan itu..

Ini tidak berarti beliau tidak peduli sosial hanya gara2 beruzlah dari keramaian, karena beliau pun peduli sesama dg cara dan pilihan yg beliau bisa.. Ini juga tidak berarti kesalihan idividual tanpa memikirkan umat sebagaimana yg dicurigakan mereka yg anti-ulama model beliau..

Mbah Mudzakir, bermazhab mirip dengan Sunan Muria yang merasa mampu berdakwah dg cara itu.. Atau mirip dengan Imam Nawawi yang menghabiskan waktu di Nawa dg menyendiri... Atau mirip as Suyuuthi yang menghabiskan pena 50 kuras perhari..

Terima kasih mbah, telah mengajarkan pembagian tugas dan cara dakwah sesuai kapasitas dan kualitas masing masing... Tanpa perlu mengajari ulama lain untuk berani memutuskan pilihan.. Khususon ilaa Mbah Mudzakir alfaatihah

0 comments:

Posting Komentar test