Manusia Banyak Berteori Mencoba Menghilangkan Kekuatan Tuhan

26 Maret 2016

Manusia Banyak Berteori Mencoba Menghilangkan Kekuatan Tuhan

Kekuatan Allah swt.

Okelah, manusia banyak berteori 'mencoba menghilangkan' kekuatan Tuhan...
Berdalih: Tuhan sudah mengalihkan kekuatan-Nya pada manusia, Tuhan sudah menyerahkan kekuatan itu pada manusia, dan manusia sendiri yang berhak menciptakan dan melakukan sesuatu...
Ujung-ujungnya, mereka mencoba 'membunuh Tuhan' dari kehidupan mereka..

Akhirnya, mereka kering, hidup penuh dengan mesin, akal murni, teknik dan segudang teori yang semakin membuat nafas berhenti dan sedih berkepanjangan karena ada kejanggalan-kejanggalan yang sulit dipecahkan dengan 'menjauhi-Nya'....

Ada saat-saat di mana Allah swt. 'memaksa' mereka untuk menyadari ada kekuatan itu.. itu bukan karena Tuhan ingin dikenal mereka atau memaksa mereka beribadah agar Tuhan dihormati atau gila hormat... Tidak, tapi itu semua karena Tuhan sayang kepada akal yang semestinya berlogika fitrah mengakui Tuhan bukan sebaliknya...

Manusia Banyak Berteori Mencoba Menghilangkan Kekuatan Tuhan

Saat ketika tiba-tiba aib kita tidak tersebar, itu datang dari mana? Saat ketika ada hal 'ajaib' dari doa dan kejadian yang menimpa kita, itu dari mana? Saat ketika seluruh teori dan ilmu pengetahuan memvonis kematian kita, tetapi kita masih sehat bugar dan bertahan lama, itu dari mana? Saat ketika semestinya orang membenci dengan perilaku dan tingkah kita, tetapi kita masih mereka sayang, itu dari mana? Saat ketika kita tertidur lalu bangun sesuai kehendak kita di jam yang kita inginkan padahal kesadaran kita hilang pada saat tidur, itu dari mana?
Namun, jika hati masih tertutup, maka mereka berusaha mencari teori baru bahwa ada 'kekuatan bawah sadar' ada kekuatan 'pra fisika' dan lain - lain, yang sebenarnya bisa dikejar... kekuatan itu dari mana?

Fa bi ayyi aaalaa irobbikumaa tukadzdzibaan? Nikmat manakah dari Tuhanmu yang kalian dustakan? Masihkan berusaha lari dengan mencoba 'membunuh' Tuhan itu? Silahkan, jiwamu akan kering, ibadahmu hanya sampai di kerongkongan, dan sosialmu penuh dengan pikiran ekonomi politik...

0 comments:

Posting Komentar test