Lautan Ilmu Kitab-Kitab Pondok Pesantren

26 Maret 2016

Lautan Ilmu Kitab-Kitab Pondok Pesantren

Lautan Ilmu
Di sini, aku mengenal rayuan manja kitab
Fathul Qarib
Suara merdu mendayu-dayu meliung manis
Ibnu Malik
Di sini, aku sayu-sayu terpekik gema cantik
Husnul Mathalib
Tarian indah gemulai mesra mantul merdu
Abiyanal Hawaij
Malam...
Masihkah kau akan menemani gelapku
menyenandungkan rindu?
Seperti kau menemani al-Biruni kala membuat
rumus-rumus ilmu,
Ataukah kau akan sama seperti mereka?
Mendesah pasrah lunglai bak menjangan yang
diterkam singa
Seperti kau biarkan para begundal itu
menghabiskan asa
Fajar... apa kabar kau?
Akankah kau mau mendekapku dengan belaian
lembut tanganmu?
Seperti kau rangkul an-Nawawi saat mengarang
al-Majmu’ dulu...
Atau mengusap penuh desah al-Luqqani
dengan Bad’ul Amalinya,
Atau melambai Syaikh Zaini saat mengarang
Muhtasar jiddannya
Ataukah kau biarkan aku terlelap
melepaskanmu tanpa guna,
Seperti para pegawai rendah yang gelap dengan
dunia..
Gaza... kenapa kau tumpahkan darahmu saat
ini?
Mana Ibnu Qasim al-Ghizzi yang berbangga
pada kami?
Bagdad.. mana Syaikh Abdul Qadir al-Jailani
yang kami kagumi?
Spanyol.. mana Ibnu Malik yang pernah
mengguncang bumi?
Mana?
Kenapa?
Lautan Ilmu Kitab-Kita Pondok Pesantren
Kenapa kau tak menjawab cercaanku?
Kenapa kau mematung, membisu bak batu?
Mana torehan tinta emas sejarah yang
membanggakan dulu?
Apa gerangan ini?
Kenapa tiba-tiba lautan ilmuku seperti mimpi?
Nafsu, hawa dan akalku
Lihat.. lihat.. lihat!
Warisan sejarah panjang yang tidak datang
tiba-tiba..
Dengar.. dengar.. dengar!
Suara gemah indah syair ulama yang dibuat
penuh darah
Akankah kau biarkan semuanya melebur
terkena ombak keserakahan?
Haruskah segala pusaka itu mati ditelan nafsu
keduniawiaan?
Layakkah jika umat ini tidak tercipta kembali
Ghazali-ghazali kecil?
Syafi’i, al-Haitami, al-Asqalani, Maliki,
Hambali, Hanafi, ataupun al-Mahalli?
Kau... kau.. kau.. yang bertanggung memulihkan
mereka..
Bangkitkan mereka, kobaran jihad semangat
mereka tak pernah padam..
Tapi harus ada jiwa bersih yang bertalenta dan
wawasan Islam..
Aku membanggakanmu teman, aku
mengharapkanmu ikhwan,
Jangan kau matikan asaku, akan aku tanya kau
besok di hadirat Tuhan..
Ya Rabbi...
Beri kami sehelai kain lembut beralaskan sutera
surga,
Yang Engkau wariskan turun temurun dari para
ulama,
Tunjukkan kami bagaimana semangat mereka,
Agar ilmu-Mu tidak padam dan Islam kembali
jaya,

0 comments:

Posting Komentar test