Hikmah Menjalankan Ibadah Kurban

29 Maret 2016

Hikmah Menjalankan Ibadah Kurban

Hikmah Kurban

Hai kau, yang telah merelakan diri untuk dikurbankan

Terima kasih telah mengajarkan kebijakan kepada kami,
bahwa kemakmuran perlu ada pengorbanan, bahwa kemajuan harus ada tebusan dan bahwa kekuatan harus ada yang dilemahkan
Logikamu sungguh mulia, kepasrahanmu tiada duanya..

Bahkan engkau bisa mengalahkan logika tetangga sebelah yang seakan berbelas kasih untuk tidak memotong lehermu namun tidak tanggung jawab dengan kebutuhan gizi temannya
Bahkan mereka yang berani janggal hukum qishosh, potong tangan dan rajam hanya alasan kemanusiaan..

Terima kasih pelajaran mulia itu kawan,
Pengorbananmu tidak akan sia sia selamanya, selamat berjumpa di hadapan Tuhan kita..
Kau ajarkan pentingnya berkorban sebagai perwakilan menuju kemakmuran,

Hikmah Menjalankan Ibadah Kurban

Terima kasih teman teman yang mengorbankan dirinya rela menjadi petani, pedagang, dokter, ulama, dosen, mahasiswa, tukang dan apapun usaha kerja kalian... Karena itu berarti kita saling melengkapi..
Jangan sampai kemanusiaan kita menghilangkan usaha kerja kita hingga kita tidak menjadi manusia yang saling melengkapi...
Ikhtilaafu Ummatii Rohmah, perbedaan usaha dan kerja umat Nabi saw adalah rahmat.. Saling melengkapi dan peduli.. Begitulah tafsiran menurut an Nawawi...

Untuk kalian yang belum bisa berkurban, ikuti sementara mazhab Ibnu Abbas yang membolehkan kurban dengan apapun yang mengalirkan darah... Entah itu sapi, unta, kambing, meri, ayam, atau bahkan telurnya (Nihaayatuz Zain/Tausyih), Lalu ganti saat engkau diberi kelapangan rizki, Amiiin...

0 comments:

Posting Komentar test