Hari Santri Nasional - Bangga atau Sedih?

29 Maret 2016

Hari Santri Nasional - Bangga atau Sedih?

Hari Santri Nasional
(Bangga atau Sedih?)

Suatu hari, Nabi saw. datang ke Madinah. Beliau melihat orang2 Yahudi merayakan Asyuro dengan puasa. Saat ditanya, mereka menjawab: ini adalah hari di mana Musa beresolusi jihad melawan Firaun dan mengalahkannya. Lalu beliau bersabda: nahnu aulaa bihi.. Kami yang lebih berhak.

Maka, Nabi saw. bersabda: andaikan usiaku panjang niscaya aku akan puasa Asyuro. Dan jika kita berpuasa Asyuro, maka berpuasalah Tasu'a agar tidak sama dengan tradisi Yahudi.

Hari Santri Nasional - Bangga atau Sedih?

Ini pelajaran menarik yang perlu diambil. Jika hari santri nasional, resolusi jihad mbah Hasyim sebagai bentuk syukur maka perlu dibedakan dengan tradisi kaum non muslim. Tidak ada kemungkaran di dalamnya, tidak ada kepentingan politik kebebasan dalam beragama, tidak terlalu mengedepankan etnis dan warna politik.. maka tidak masalah tentunya.. Bagaimana pun Allah swt. sangat menyukai seorang hamba yang menampakkan bekas nikmat yang dikaruniakanNya

Namun, jika hari santri nasional adalah memperkeruh perbedaan, mengklaim kelompok yang tidak ikut merayakan sebagai anti Islam atau non-NU nya mbah Hasyim, menyebabkan ketatnya ras gerakan dan gap perpolitikan praktis, maka dengan jelas dan lantang perlu mengatakan: don't make santri day...

0 comments:

Posting Komentar test