GIDI Mirip Bani Quraidzah - Rakyat Jangan Mudah Terprovokasi

29 Maret 2016

GIDI Mirip Bani Quraidzah - Rakyat Jangan Mudah Terprovokasi

GIDI Mirip Bani Quraidzoh
(Jangan Mudah Terprovokasi)

Menyakitkan, Kaum Muslim dibantai oleh Jemaat Kristen radikal dan pemerintah hanya akan diam lalu mencari kambing hitam alasan speaker yang terlalu keras? Lalu kenapa saat jemaat Gereja merayakan Natal pemerintah tegas menjaga ketat bahkan Banser NU berada di garda terdepan dan ketika kaum muslim tetap disalahkan hanya gara2 speaker memaklumi pertumpahan darah? Logika apa ini kok sudah tidak sehat lagi...
Inikah toleransi yang akan berkembang di Indonesia?

Bani Quraidzoh, pengkhianat yang membatalkan perjanjian damai bersama kaum muslim di tahun lima hijriah.. Saat Rasulullah saw. pergi mandi setelah perang Khandaq dan melepaskan pedang, maka Jibril datang dan berkata: ukhruj ha hunna (sana keluar menuju Bani Quraidzoh)...

Beliau bersama sahabat mengepung di sana selama 25 hari hingga Bani Quraidzoh kalah dan pasrah. Rasulullah saw. menyuruh Sa'ad bin Muadz agar memberi keputusan kepada mereka. Beliau menyerahkannya kepada pihak berwajib untuk menghukumnya. Sa'ad berkata: an tuqtala muqootilatuhum (pasukan pembunuh mereka harus dipancung)... darah ditebus dengan darah..
Kita tidak boleh terprovokasi dengan iming2 jihad ke papua sebelum pemerintah yang berwajib memberi keputusannya.. Itu tidak akan bernasib baik melainkan seperti Negara Uni Soviet yang mudah dikalahkan Amerika karena negara bagiannya diporak porandakan..

GIDI Mirip Bani Quraidzah - Rakyat Jangan Mudah Terprovokasi

Kita juga tidak bisa semena2 dengan sesama saudara muslim yang tidak berijtihad sama dengan kita.. Karena itu akan berujung sama dengan Timur Tengah yang konflik.. Sulit memang, tetapi lebih sulit lagi kalau sudah perang saudara...

Jika umat Islam dianggap khianat dengan melanggar aturan dilarang mendirikan ritual ibadah di daerah sana, maka mereka juga harus fire sudah berkhianat dengan menggunakan kekerasan untuk sekedar mengingatkan...

Jihad tidak takut, Allahu akbar... tetapi harus santun dan lewat Sa'ad bin Mu'adz...

0 comments:

Posting Komentar test