Gafatar - Murni Aliran Atau Kepentingan Politik?

30 Maret 2016

Gafatar - Murni Aliran Atau Kepentingan Politik?

Gafatar
(Murni Aliran Atau Kepentingan Politik?)

Ada temen yang bilang begini: orde lama berhasil mengangkat isu PKI, orde baru membangkitkan "Islam Kota", era reformasi ada MTA, nah untuk era sekarang lahirlah Gafatar...

Terlepas benar tidaknya statemen di atas, saya pernah diskusi dengan peneliti keagamaan.. Mereka yang menganut paham Millah Ibrahim atau Adam itu tidak mau mengikuti Islam. Kenapa? Karena mereka mengibaratkan bahwa mereka sudah sampai di puncak wushul lewat gunungnya Adam dan Ibrahim... mengapa penting coba, mencari gunung lain untuk wushul lewat gunungnya Muhammad saw.?

Gafatar - Murni Aliran Atau Kepentingan Politik?

Saya hanya bisa nyentil dengan mengatakan: masalahnya Tuhan sang pemilik gunung Ibrahim dan Adam yang andai benar dia sudah sampai puncaknya itu menyabdakan bahwa gunung itu sudah disfungsi, harus pindah dan mendaki lagi. Kalau Tuhannya sang penganut millah itu tidak bilang begitu, itu tuhan beneran tidak?

Ali Naayif asy Syakhud di dalam kitabnya (al Mausuah al Fikriyyah al Muashiroh) mengatakan bahwa aliran al Insaaniyyah humanisme murni yang mengesampingkan agama, murni keadilan yang didengungkan... maka mereka sama saja dengan membangun horisontal yang kering.. hukum sosial akan berakhir pamrih dan tuntutan.. Ikhlas adalah cerminan dari kepuasan diri dengan hubungan vertikal itu..

Al Baroohimah disinggung oleh asy syahrostani di dalam kitabnya (al Milal wan Nihal) dengan penjelasan bahwa mereka itu pengikut Nabi Ibrahim (millah ibrahim) atau Penyembah Brahma dari India sang Buddha itu? (Sahrostani: 95)

A'aadzanallaahu minhum,

0 comments:

Posting Komentar test