Fanatik Buta - Kritik Untuk Pengagum Pak Presiden

28 Maret 2016

Fanatik Buta - Kritik Untuk Pengagum Pak Presiden

Logika Fanatik Melebihi Logika Nubuwwah
(Kritik Untuk Pengagum Pak Presiden)

Demi mendukung penuh pak presiden, meskipun beliau minum sambil berdiri pun si pendukung menyebut hadisnya yang tidak benar.. hadisnya lemah, palsu, irasional dan tidak sahih... Padahal komentar kesahihan hadis itu tidak boleh mudah keluar dari mulut orang yang tidak pandai agama...

Jika kalian bilang, "Wahai Santri, janganlah kalian ikutan mengurus negara kami.. Kalian tetaplah di pondok pesantren saja, biarkan negeri ini kami yang pimpin..." tetapi mengapa mereka yang menyulut api "penggesek" dengan memasuki "area kajian santri"...

Jika mereka bilang, "Jangan terlalu fanatik dengan agama karena kita hidup di NKRI yang harus tetap damai dengan tidak mengangkat ras dan isu sara," tetapi mengapa mereka malah lebih fanatik dengan sosok manusiawi yang lebih biasa itu... Apa ini adil?

Apa susahnya bilang, "Iya, ini adalah perbuatan yang makruh dan tidak baik dilakukan. Namun, ini tetap boleh karena barang makruh adalah tidak haram. Saya hanya ingin para rakyat tahu bahwa presiden adalah manusia biasa yang seperti kalian kadang melakukan kemakruhan seperti rokok dan berjalan tanpa sendal. Asalkan tidak mengganggu pemerintahan dan tidak dosa, biarkan saya kadang melakukannya. Karena saya bukan orang sempurna yang harus tanpa cela." Selesai kan?

Fanatik Buta - Kritik Untuk Pengagum Pak Presiden

Negeri ini terlalu sayang untuk hanya membicarakan hal-hal sepele tentang "Tuhan adalah makhluk" atau sepadannya. Akankah kita mengikuti alur negeri Komunis yang hanya bertahan 70 tahun dari 1920-1990an itu? Akankah kita ikut2an mempermainkan hukum Tuhan dan meragukan eksistensiNya hanya karena kita "lelah" dengan carut marutnya sistem kepemerintahan ini?
Mengingat Allah berarti mengingat ingat kembali besarnya nikmat dan karunia kenapa kita bisa merdeka? Atas jasa siapa itu? dan kembali mengisinya dengan professional.. Saat santri diam merasa "kurang kompeten" dg bidang tata negara dan gejolak perpolitikannya, maka tolong sadarlah hai selain santri bahwa kalian jangan memasuki ranah agama Islam.. Islam tidak murni studies dan kajian semata.. Dia adalah agama yang bernyawa dan ruh yang kuat dan tidak hanya cukup dirasakan dengan gelimangnya harta saja...
Hai kalian yang bukan santriii...
Sekali lagi, jangan berbicara kalian tentang agama dan ilmu kami... Jika kami membiarkan kalian membincangkan ilmu kalian sendiri, maka biarkan kami yang membicarakan ilmu ini... Sebagaimana kami bertanya pada kalian tentang ilmu kalian yang tidak kami tahu, apa susahnya kalian bertanya pada kami saat kalian bodoh dan ragu...

0 comments:

Posting Komentar test