Bermain Olah Rasa (Puncak Ilmu Para Nabi dan Ulama)

29 Maret 2016

Bermain Olah Rasa (Puncak Ilmu Para Nabi dan Ulama)

Bermain Olah Rasa
(Puncak Ilmu Para Nabi dan Ulama)

Alkisah, suatu hari Nabi Ibrahim diuji Allah swt. Jibril disuruh menemaninya melihat realitas sosial dan kehidupan..

Paruh perjalanan pertama, Ibrahim dilihatkan satu desa penuh dengan pezina, pelacur dan penjaja diri mereka.. "Bagaimana menurutmu itu wahai Ibrahim?" tanya Sang Maha Kuasa. "Bunuh saja mereka, karena tidak pandai bersyukur dan menghinakanMu," Ibrahim menimpali. Menurutnya saat itu, jalan terbaik adalah memusnahkan orang2 buruk hingga tersisa mereka2 yang baik.

Bermain Olah Rasa (Puncak Ilmu Para Nabi dan Ulama)

Semua usulan Ibrahim diikuti Tuhan. Satu persatu desa yang dilewati dalam keadaan maksiat, berzina, minuman keras membunuh satu sama lain, dihancurkan Allah swt. karena menuruti khalilNya.

Tibalah ujian itu. Ya, ujian saat Ibrahim disuruh membunuh anaknya. Antara yakin sebagai wahyu dan kasihan dengan putra tercintanya. "Kenapa Ibrahim?" tanya Tuhan. "Bagaimana aku mungkin membinasakan orang yang aku cintai, yang aku tunggu kehadirannya, yang aku harapkan kelak menjadi penggantiku." sambung sang nabi dengan tawadhuk.

"Lalu, kenapa engkau menyuruhKu membunuh setiap hamba fasik dan dzolim yang lebih membutuhkan sayangKu daripada mereka yang salih. Bagaimana Aku harus menghancurkan umat yang Aku tunggu taubat dan kembalinya padaKu. Bagaimana pula Aku membinasakan mereka yang Aku tunggu bisa sadar. Sungguh, cintaKu pada mereka lebih besar daripada cintamu pada anakmu," Allah menjelaskan hal luar biasa kepada sang Nabi ini... (di Durrotun Naasihiin kalau ingatan ini tidak salah)

Cerita2 semacam ini seringkali diperdebatkan sahih tidaknya, tanpa mau merenungi hikmah di dalamnya. Padahal, di dalam anjing yang najis, keeledai yg dungu dan onta yg tidak berakal pun, Tuhan menyuruh kita untuk mengambil pelajaran.. Wallahu a'lam...

0 comments:

Posting Komentar test