Belajar Mencontoh Zuhudnya Syaikhuna KH. Maimun Zubair

29 Maret 2016

Belajar Mencontoh Zuhudnya Syaikhuna KH. Maimun Zubair

[KH. Maimoen Zubair]
Belajar Zuhud dari Ulama’ Panutan

Suatu saat saya sowan ke ndalem KH.
Maimun Zubair. Kebetulan saat itu tamu lumayan banyak. Seperti biasa, para tamu mengemukakan permasalahan dan keluh kesahnya satu persatu, termasuk saya. Berada satu ruangan bersama beliau rasanya tenang sekali, adem sekali.

Diantara nasehat beliau yang saya ingat adalah, “…kalau engkau berangkat haji, jangan engkau pakai kain ihrom dari
bank, beli sendiri saja. Terus kain ihrom itu berikan orang lain atau kamu buat kemul (selimut) saja”. Demikianlah kehati
hatian beliau.

Belajar Mencontoh Zuhudnya Syaikhuna KH. Maimun Zubair

Diceritakan dari salah satu khodim beliau, Kang Hadziq demak bahwa Mbah Mun kalau menyimpan uang dalam lemari selalu dibeda bedakan, antara uang dari ceramah atau dari partai, atau dari hasil warung dan pertanian beliau, tidak ada yang tercampur, semua letaknya sendiri sendiri. Kalau ada keperluan ceramah Beliau pakai uang ditumpukan uang hasil ceramah juga, kalau untuk politik, beliau pakai uang dari hasil politik, dan kalau untuk makan beliau dan keluarga memakai uang hasil sawah dan warung. Demikianlah zuhud beliau.

Diceritakan bahwa jika keluarga beliau ke Jakarta untuk urusan politik, maka akan
membawa beras dari rumah yang nyata dari harta halal.
.
Pernah juga saya “sowan” bersama seorang tamu. Rupanya tamu tadi tiap kali datang minta uang pada Mbah Mun.
Seperti biasanya, Mbah Mun memberi uang padanya. Kemudian orang tadi berkata, “mbah, nanti bulan puasa saya tidak akan datang kesini”. Mungkin maksud orang tadi dia tidak mau merepotkan Mbah Mun. Mendengar kata-
kata orang tadi maka langsung Mbah Mun “marah” dan dawuh, “Lha nanti kalau sampean tidak datang kesini siapa
yang saya beri, kamu harus tetap datang ya..”
.
Wallahu A’lam.

0 comments:

Posting Komentar test